Saturday, May 18, 2013

Memahami sakit dengan perspektif yang berbeda

Saat sakit sebenarnya kita memperoleh pelajaran hidup yang sangat berharga. Sehat itu indah, mahal, hanya saja seringkali kita abai menjaganya. Kalau sakit, seringkali kita menjadi orang yang paling lemah, dan seketika berdoa kepada Tuhan semoga kita dianugerahi kesembuhan. Tidak jarang bila didera sakit berkepanjangan kemudian merasa menjadi orang hukuman, orang yang tidak dikasihi Tuhan. Pandangan semacam itu tentu saja tidak bisa disalahkan.

Ada sebagian orang yang melihat sakit sebagai cara Tuhan untuk mendekatkan diri hambanya kepada-Nya. Tuhan ingin bercengkeram lebih intim dengan hamba-Nya, mendengar rintihan hamba-Nya dan menaikkan derajat hamba-Nya ke arah yang lebih tinggi. Mereka yang melihat sakit dalam perspektif ini akan menganggap sakit bukan sebagai cobaan, tetapi sebuah anugerah yang selalu disyukuri. Dengan sakit, seorang akan menyadari potensi terpendamnya. kata pepatah "seorang tidak akan menyadari potensi terhebatnya bila dia menghilangkan kesempatanluar biasa untuk mampir dalam kehidupannya"

Seorang kekasih Allah yang bernama Ayyub pernah menjadi orang yang nyaris sempurnya, dia ganteng, kaya, memiliki istri dan anak yang cantik, dianugerahi cobaan yang luar biasa. Anaknya meninggal, hartanya habis bak ditelan bumi. Bahkan dia ditimpa penyakit yang membuat dia dikucilkan penduduk kampungnya, bahkan istri tercinta minta untuk diceraikan. Di tempat pembuangannya Ayyub tidak mengucapkan sepatahpun permintaan untuk disembuhkan. Dalam doanya dia hanya berkata kepada Tuhannya bahwa dirinya adalah orang yang berdosa pada dirinya sendiri dan memohon kepad Allah untuk mengampuninya. Sungguh luar biasa keintiman Ayyub as dengan Allah yang menyebabkan Allah tersenyum dan trenyuh melihan ketabahan dan kehebatan kekasihnya. Dalam seketika dia sembuh, sebab apa susahnya menyembuhkan penyakit yang Ia sendiri yang menciptakannya.

Ya Ayyub memang luar biasa. Kesabarannya tertulis abadai dalam kitab suci dan menjadi pelajaran berharga bagi orang yang sedang sakit. Sakit bukan menjadi alasan kita merasa menderita (suffering).

No comments:

Post a Comment